You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa SIDOREJO
Logo Desa SIDOREJO
SIDOREJO

Kec. Lendah, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang di Website Kalurahan Sidorejo

Tingkatkan Kesuburan Tanah, Kelompok Tani Kwarakan Belajar Membuat Pupuk Organik PSB bersama Mahasis

04 Agustus 2025 Dibaca 84 Kali
Tingkatkan Kesuburan Tanah, Kelompok Tani Kwarakan Belajar Membuat Pupuk Organik PSB bersama Mahasis

Sebagai upaya untuk menginisiasi praktik pertanian berkelanjutan, mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar acara "Sosialisasi Peningkatan Kesuburan Tanah Sidorejo melalui Pembuatan dan Aplikasi PSB (Photosynthetic Bacteria)". Kegiatan yang ditujukan bagi para anggota Kelompok Tani Kwarakan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Juli 2025, bertempat di kediaman Dukuh Kwarakan. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan pupuk organik cair PSB, sebuah solusi inovatif dan murah untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan kesuburan tanah.

Dalam pemaparannya, Intan Naura, mahasiswi KKN menjelaskan bahwa PSB pada dasarnya adalah kumpulan bakteri baik yang berfungsi layaknya "probiotik" atau suplemen bagi tanaman. Bakteri ini secara alami mampu melakukan fotosintesis dengan bantuan sinar matahari untuk menghasilkan nutrisi penting, terutama nitrogen, yang membuat daun lebih hijau dan subur. Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa penggunaan PSB juga membantu penyerapan pupuk lain menjadi lebih efisien serta meningkatkan imunitas tanaman agar lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Para petani tampak antusias saat memasuki sesi utama, yaitu praktik langsung pembuatan dan perbanyakan PSB. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan betapa mudahnya membuat pupuk ini dengan bahan-bahan yang ada di dapur. Prosesnya diawali dengan mencampurkan bahan utama berupa satu butir telur dengan satu sendok makan micin (MSG). Kemudian, campuran tersebut dimasukkan ke dalam botol 1,5 liter berisi air sumur atau air kolam. Botol yang telah ditutup rapat selanjutnya dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 minggu sambil dikocok setiap hari hingga warnanya berubah kemerahan, yang menandakan pupuk siap digunakan.

Kegiatan sosialisasi dan praktik ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi langkah awal bagi para petani di Kwarakan untuk mulai beralih ke metode pertanian yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Dengan PSB, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menjaga kesehatan tanah untuk jangka panjang.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan