You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa SIDOREJO
Logo Desa SIDOREJO
SIDOREJO

Kec. Lendah, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang di Website Kalurahan Sidorejo

Pemberdayaan Ibu-Ibu KWT Jurug, Sampah Rumah Tangga Diubah Jadi Pupuk dan Pundi Uang

04 Agustus 2025 Dibaca 62 Kali
Pemberdayaan Ibu-Ibu KWT Jurug, Sampah Rumah Tangga Diubah Jadi Pupuk dan Pundi Uang

Berangkat dari pengamatan bahwa pengelolaan sampah di Padukuhan Jurug, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, belum optimal, terlihat dari minimnya tempat sampah terpilah dan belum adanya tindak lanjut untuk sampah organik, Mahasiswa KKN-PPM UGM menginisiasikan sebuah program terpadu. Dengan menyasar Kelompok Tani Wanita (KWT), program ini dirancang untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang aplikatif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang diadakan di Gedung Serbaguna Padukuhan Jurug ini terdiri dari beberapa sesi. Acara dibuka dengan sosialisasi tentang jenis-jenis sampah dan pentingnya memilah limbah di tingkat rumah tangga, yang dipandu secara interaktif untuk membangun kesadaran kolektif.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan praktis mengenai pengolahan sampah. Untuk sampah organik, diperkenalkan metode lubang resapan biopori menggunakan pipa paralon yang dilubangi. Para ibu diajarkan cara memasukkan sisa sayuran dan makanan ke dalam biopori untuk diubah menjadi kompos alami yang kaya hara dalam waktu sekitar 14 hari.

Sementara itu, untuk sampah anorganik, program ini menyoroti potensi ekonominya. Peserta diedukasi untuk memilah sampah seperti plastik, kertas, dan logam yang kemudian dapat dijual ke pengepul yang kontaknya telah difasilitasi oleh tim mahasiswa. Guna menjamin keberlanjutan, diperkenalkan pula manajemen keuangan sederhana melalui buku kas KWT untuk mencatat hasil penjualan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, mahasiswa tidak hanya berhenti pada edukasi. Mereka menyerahkan langsung fasilitas pendukung berupa tong sampah anorganik, peralatan biopori, dan buku kas kepada KWT untuk mendorong implementasi langsung pasca-kegiatan.

"Kami bersyukur Mas dan Mba KKN mau berbagi ilmu dengan kami. Kami senang mendapatkan ilmu baru seperti ini dan semoga bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” ucap Ibu Ismi, Ketua KWT. Melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif ini, mahasiswa KKN UGM menunjukkan bahwa solusi untuk masalah lingkungan dapat dimulai dari persoalan sehari-hari sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan